Puisi ini menggambarkan perlawanan dari setangkup perasaan yang bercampur aduk akibat kegagalan dari suatu proses yang cukup lama. Proses yang diawali dengan penuh keyakinan dan dedikasi namun pada akhirnya didapat hasil yang jauh dari keinginan.
Ubah!
Gelap.
Langit begitu gelap
Malam ini
Meski ditaburi bintang-bintang
Namun mataku tak melihatnya
Mataku gelap
Gelap, segelap otakku
Otakku yang tanpa isi
dari awal tercipta
Sesal.
Hanya itu yang bisa dirasa saat ini
Meski hidup dari lama
hingga kini
Seiring berjalannya waktu
yang telah dihamburkan
untuk kepuasan tak bermakna
Namun,
Rasa itu usah disimpan
Rasa itu usah didekap
Lontarkan!
Lontarkan jauh-jauh rasa tanpa guna itu!
Cuma ada satu kata pengganti
Ubah!
No comments:
Post a Comment