Turun perlahan
Bintik demi bintik
Jatuh ke Bumi
Membasahi wajah Ibu Pertiwi
Seiring dengan turunnya
air mata sang Ibu
Air mata yang mengalir
Oleh kesedihan hati
Sebab tingkah anak-anaknya
yang serakah
yang tamak
yang tak acuh atas nasib sang Ibu
Ego,
materi,
syahwat,
mereka di luar kendali
bahkan mengendalikan syaraf-syaraf tubuh sang anak
yang tak berbenteng
yang tak bertameng
rapuh layaknya hati sang Ibu
Namun dia tetap tak peduli
meski itu dirinya sendiri
Ibu
Usahlah bersedih
Bertahanlah hingga akhir hayat
Kelak, dirimu tersenyum
melihat mereka di alam kekal
Arafat, 20-07-11
No comments:
Post a Comment